ARTIKEL
TEKNOLOGI VERSI DEBBY ARUM W
- Play Station bagi anak
Play
station atau lebih dikenal dengan PS
adalah suatu permainan modern yang menggunakan monitor dan perangkat keras lainnya seperti joy stick, track ball, tombol-tombol, dan sebagainya untuk bisa menggunakan permainan ini. PS termasuk permainan favorit untuk kalangan anak-anak ataupun remaja bahkan dewasa. Play Station adalah permainan yang mengasyikkan. Para player tidak akan merasa waktu begitu cepat berlalu jika sudah bermain PS. Tema permainannyapun bermacam-macam, ada yang memancing, race ( balapan ), yang paling banyak disukai adalah yang bertema perkelahian atau peperangan. Begitu banyaknya peminat PS, di era ini juga banyak sekali yang memanfaatkan keadaan tersebut untuk merauk keuntungan.
Misalnya saja dengan membuka warung PS. Jika pengunjung banyak maka sang pemilik akan mendapatkan keuntungan berlimpah karena player akan membayar setiap per jam permainan sesuai ketentuan di warung tersebut. Tapi sadarkah mereka bahwa sebenarnya bermain PS mempunyai banyak dampak buruk bagi anak. Memang PS atau Play Station bisa menghilangkan kejenuhan dan kebosanan selama tidaj ada kegiatan. Tapi hal ini bersifat “menagih”. Maksudnya, si anak yang umumnya masih berstatus pelajar akan menjadi terbiasa untuk meluangkan waktunya hanya untuk bermain di depan monitor. Padahal jika berlama-lama mata kita focus menatap layar monitor maka hal itu akan berbahaya bagi kesehatan. Dampak buruk lainnya adalah sebagai berikut :
adalah suatu permainan modern yang menggunakan monitor dan perangkat keras lainnya seperti joy stick, track ball, tombol-tombol, dan sebagainya untuk bisa menggunakan permainan ini. PS termasuk permainan favorit untuk kalangan anak-anak ataupun remaja bahkan dewasa. Play Station adalah permainan yang mengasyikkan. Para player tidak akan merasa waktu begitu cepat berlalu jika sudah bermain PS. Tema permainannyapun bermacam-macam, ada yang memancing, race ( balapan ), yang paling banyak disukai adalah yang bertema perkelahian atau peperangan. Begitu banyaknya peminat PS, di era ini juga banyak sekali yang memanfaatkan keadaan tersebut untuk merauk keuntungan.
Misalnya saja dengan membuka warung PS. Jika pengunjung banyak maka sang pemilik akan mendapatkan keuntungan berlimpah karena player akan membayar setiap per jam permainan sesuai ketentuan di warung tersebut. Tapi sadarkah mereka bahwa sebenarnya bermain PS mempunyai banyak dampak buruk bagi anak. Memang PS atau Play Station bisa menghilangkan kejenuhan dan kebosanan selama tidaj ada kegiatan. Tapi hal ini bersifat “menagih”. Maksudnya, si anak yang umumnya masih berstatus pelajar akan menjadi terbiasa untuk meluangkan waktunya hanya untuk bermain di depan monitor. Padahal jika berlama-lama mata kita focus menatap layar monitor maka hal itu akan berbahaya bagi kesehatan. Dampak buruk lainnya adalah sebagai berikut :
- Suka meminta uang kepada orangtua hanya untuk bermain PS
- Membuang-buang waktu jika terlalu lama. Padahal tugas seorang pelajar adalah belajar
- Si anak akan menjadi lupa waktu dan bersikap masa bodoh dengan tugas-tugasnya
- Akan mudah terpengaruh oleh lingkungan yang tidak benar, dsb.
Jadi
para orangtua sebaiknya mengajarkan baik buruknya bermain Play
Station sejak dini kepada anak agar dia tidak mudah melupakan semua
tugasnya sebagai pelajar. Solusi terbaik jika anak tetap ingin
bermain PS adalah dengan membelikan PS untuk anak sekedar untuk
mengatasi kejenuhan saat di rumah sehingga orangtua masih tetap bisa
mengawasi anak dan membatasi waktunya untuk bermain PS tersebut. Dan
masih banyak lagi solusi lainnya.
- Telepon Genggam untuk Si Anak, Efektifkah?
Di
era globalisasi yang semakin maju ini semakin banyak macam telepon
genggan beredar di pasaran bahkan harganya pun relative terjangkau.
Untuk yang second atau bekas misalnya dari yang di atas hingga di
bawah 100ribu pun ada tergantung merk atau tipe handphone tersebut.
Hal inilah yang memicu daya konsumtif masyarakat di Indonesia
meningkat. Anak SD ( Sekolah Dasar ) misalnya, mereka yang harusnya
masih menikmati bermain dengan teman-teman dan belajar, kini malah
sudah di pegangi Handphone oleh orangtuanya. Para orangtua beralasan
bahwa ini demi perkembangan daya pikir si anak, ada juga yang tak
ingin anaknya ketinggalan jaman dengan teman- temannya yang lain.
Tapi ada memang yang mempunyai alasan tertentu seperti menghubungi
orangtua untuk menjemput ke sekolah saat bel pulang atau yang
lainnya. Namun kurangnya pengawasan orangtua terhadap anak akan
memicu hal-hal negative lainnya.
Si anak bisa saja mengakses internet di telepon genggam untuk mencari gambar atau informasi yang tak pantas untuk anak seusia SD. Hal ini tentu saja akan merugikan orangtua dan anak itu sendiri nantinya. Maka dari itu, para orangtua hendaknya lebih selektif lagi untuk memfasilitasi kebutuhan anak sesuai dengan pola pikir dan perkembangan anak tersebut.
Si anak bisa saja mengakses internet di telepon genggam untuk mencari gambar atau informasi yang tak pantas untuk anak seusia SD. Hal ini tentu saja akan merugikan orangtua dan anak itu sendiri nantinya. Maka dari itu, para orangtua hendaknya lebih selektif lagi untuk memfasilitasi kebutuhan anak sesuai dengan pola pikir dan perkembangan anak tersebut.
- Handphone di Sekolah
Handphone
( telepon genggam ) adalah alat komunikasi yang sekarang paling di
butuhkan oleh masyarakat dari usia dini, remaja, hingga oangtua tak
ada yang tidak mempunyai telepon pintar ini. Meskipun begitu,
keberadaan handphone di sekolah-sekolah yang di bawa oleh para
pelajar kini telah menjadi pro kontra di dunia pendidikan dan
teknologi.
Sekolah yang ada di kota-kota besar mempunyai peraturan yang wajib di patuhi bagi semua siswa yaitu salah satunya adalah larangan untuk membawa handphone ke sekolah. Banyak siswa yang kurang setuju dengan peraturan tersebut tapi faktanya inilah jalan terbaik yang di ambil pihak sekolah untuk mentertibkan siswanya di sekolah. Pihak sekolah juga sudah menyediakan fasilitas internet di perpustakaan atau laboratorium komputer di sekolah. Jadi tak ada alasan bagi siswa untuk menolak peraturan ini.
Hal ini cukup efektif untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan seperti bermain handphone ketika proses pembelajaran berlangsung. Bahkan tak jarang masih ada siswa yang berani melanggar peraturan ini, sehingga pihak sekolah biasanya secara tiba-tiba melakukan operasi handphone di sekolah tersebut.
Sekolah yang ada di kota-kota besar mempunyai peraturan yang wajib di patuhi bagi semua siswa yaitu salah satunya adalah larangan untuk membawa handphone ke sekolah. Banyak siswa yang kurang setuju dengan peraturan tersebut tapi faktanya inilah jalan terbaik yang di ambil pihak sekolah untuk mentertibkan siswanya di sekolah. Pihak sekolah juga sudah menyediakan fasilitas internet di perpustakaan atau laboratorium komputer di sekolah. Jadi tak ada alasan bagi siswa untuk menolak peraturan ini.
Hal ini cukup efektif untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan seperti bermain handphone ketika proses pembelajaran berlangsung. Bahkan tak jarang masih ada siswa yang berani melanggar peraturan ini, sehingga pihak sekolah biasanya secara tiba-tiba melakukan operasi handphone di sekolah tersebut.
Kemajuan
teknologi memang tak bisa di tolak tapi sebagai orang terpelajar kita
harus pintar-pintar memilah bagaimana, dimana, dan kapan waktu yang
tepat untuk menggunakan telepon pintar tersebut.
- Kualitas Barang Elektronik
Berbicara
mengenai kualitas barang elektronik saya ingin membandingkan kualitas
barang elektronik dulu dan sekarang.
Pada
era ini kemajuan teknologi semakin pesat berkembang. Alat-alat dan
barang teknologi informasi semakin canggih dan luar biasa. Seharusnya
semakin maju teknologi maka semakin tinggi kualitas barang tersebut.
Namun kenyataannya kualitas barang justru lebih baik pada era dimana
teknologi belum terlalu cepat berkembang. Misalnya saja barang
elektronik. Memang barang-barang elektronik di era modern ini semakin
bagus model dan bentuknya. Keluaran dengan merk-merk terbarupun
semakin banyak.
Tapi ternyata untuk kualitas barang elektronik jaman sekarang mudah dan rentan untuk rusak. Sedangkan untuk barang elektronik jaman dulu meskipun bentuk dan modelnya sangat sederhana dan kurang praktis namun faktanya justru lebih tahan lama dan ketika rusak pun mudah untuk di perbaiki bahkan bisa bertahan hingga belasan atau puluhan tahun lamanya. Seharusnya hal ini tidak boleh terjadi. Di era globalisasi ini, baiknya para produser harus meningkatkan juga kualitas barang teknologi tidak hanya pada model dan fungsinya saja yang di perpraktis namun secara fungsi, tidak akan efektif apabila barang canggih itu tidak bertahan lama.
Kita sebagai konsumen juga harus pintar-pintar memilah dan memilih barang yang akan dibeli. Lebih baik kita membeli barang yang jelas kualitasnya sesuai merk yang di inginkan. Meskipun harganya mahal namun jika sesuai dan awet maka semuanya akan teratasi.
Tapi ternyata untuk kualitas barang elektronik jaman sekarang mudah dan rentan untuk rusak. Sedangkan untuk barang elektronik jaman dulu meskipun bentuk dan modelnya sangat sederhana dan kurang praktis namun faktanya justru lebih tahan lama dan ketika rusak pun mudah untuk di perbaiki bahkan bisa bertahan hingga belasan atau puluhan tahun lamanya. Seharusnya hal ini tidak boleh terjadi. Di era globalisasi ini, baiknya para produser harus meningkatkan juga kualitas barang teknologi tidak hanya pada model dan fungsinya saja yang di perpraktis namun secara fungsi, tidak akan efektif apabila barang canggih itu tidak bertahan lama.
Kita sebagai konsumen juga harus pintar-pintar memilah dan memilih barang yang akan dibeli. Lebih baik kita membeli barang yang jelas kualitasnya sesuai merk yang di inginkan. Meskipun harganya mahal namun jika sesuai dan awet maka semuanya akan teratasi.
source: by my self









0 komentar:
Posting Komentar